Newest Post
// Posted by :Unknown
// On :Selasa, 13 Oktober 2015
Sistem
Pernafasan

Untuk
kelangsungan hidupnya manusia butuh bernafas. Sistem parnafasan sangat penting
di mana terjadi pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2).
Salah satu organ yang sangat membutuhkan oksigen dan sangat peka terhadap
kekurangannya adalah otak. Tidak
adanya oksigen dalam 3 menit akan mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran.
Lima menit tidak mendapatkan oksigen sel otak akan rusak secara ireversible
(tidak bisa kembali atau diperbaiki).
Respirasi
melibatkan proses berikut:
a) Ventilasi
pulmonar (pernapasan) adalah jalan masuk dan keluar udara dari saluran
pernapasan dan paru-paru.
b) Respirasi
eksternal adalah difusi O2 dan
CO2 antara udara dalam
paru-paru dan kapilar pulmonar
c) Respirasi
internal adalah difusi O2 dan
CO2 antara sel darah
dan sel-sel jaringan.
d) Respirasi
selular adalah penggunaan O2 oleh
sel-sel tubuh untuk reproduksi energi, dan pelepasan produk oksidasi (CO2 dan air) oleh sel-sel tubuh
Saluran pernapasan terdiri
dari cabang-cabang saluran dari lingkungan sampai ke paru-paru.
Oksigen
dalam udara dibawa masuk ke dalam paru-paru dan berdifusi dalam darah.
Bersamaan dengan itu dikeluarkannya karbon dioksida yang juga bedifusi dari
darah dan kemudian di keluarkan bersama udara. Oksigen dibutuhkan oleh semua
sel dalam tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Sedangkan karbon dioksida
merupakan sisa hasil metabolisme yang tidak digunakan lagi dan harus
dikeluarkan dari dalam tubuh.
Perjalanan
oksigen dan karbon dioksida. Dari atmosfer (udara) oksigen masuk melalui
hidung,faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus sampai engan alveoli. Dari
alveoli oksigen berdivusi untuk ke dalam darah dan dibawa oleh eritrosit. Dalam
darah oksigen di bawa ke jantung kemudian dipompakanoleh jantung diedarkan ke
seluruh tubuh untuk digunakan sampai tingkat sel. Oksigen masuk ke dalam sel
dan di dalam mitokondria digunakan untuk proses-proses metabolisme yang penting
untuk kelangsungan hidup. Sedangkan karbon dioksida berjalan arah sebaliknya
dengan oksigen.
St
struktur
Sistem respirasi terdiri dari:
1. Saluran
pernafasan bagian atas
Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan, disarung
dan di lembabkan.
2. Saluran
nafas bagian bawah
Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian
atas ke alveoli
3. Alveoli
Terjadi pertukaran gas antara O2 dan CO2
4. Sirkulasi
paru
Pembuluh darah arteri menuju paru, seddangkan pembuluh darah
vena meninggalkan paru.
5. Paru.
Terdiri dari:
a) Saluran
nafas bagian bawah
b) Alveoli
c) Sirkulasi
paru
6. Rongga
pleura
Terbentuk dari dua selaput resosa yang meliputi dinding dalam
rongga dada disebut pleura peristalis, dan yang meliputi paru atau pleura
veseralis
7. Rongga
dada dan dinding dada
Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas
dalam poroses respirasi
Anatomi Fungsional Saluran Pernafasan
Hidung
Hidung ata naso atau nasal erupakan saluran udara yang pertama,
mempunyai dua lubang (kavum nasi), dipisahkan oleh sekat (septum nasi).
Didalamnya terdapatt bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu dan
kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung.
a) Bagian
luar dinding terdiri dari kulit
b) Lapisan
tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan
c) Lapisan
dalam terdiri dari selaput lendir yang dinamakan karang hidung (konkanasalis)
berisi kelenjar pembuat mucus dan banyak mengandung pembuluh darah, yang
berjumlah tiga buah :
· Konka nasalis inferior
· Konka nasalis medial
· Konka nasalis superior
Fungsi dari nasal sendiri adalh sebagi:
1) Jalan
masuknya udara
2) Penyaring
partikel kecil
3) Penghangat
dan pelembab udara yang masuk
4) Resepsi
odor
5) Membantu
proses bicara (resonansi bersama sinus paranalis)
Faring
faring merupakan percabangan dua saluran, yaitu saluran
pernafasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan pada bagian
belakang. Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti
tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari
otot ragka. Faring berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan.
Laring
laring udara pernafasan akan menuju
pangkal tenggorokan atau disebut juga laring. Laring tersusun atas kepingan
tulang rawan yang membentuk jakun (adam’s apple). Pangkal tenggorokan dapat di
tutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis). Saat menelan makanan, katub
tersebut akan membuka. Pada pangkal tenggorokan terdapat pita suara yang
bergetar bila ada udara yang melaluinya. Misalnya saja saat kita berbicara.
Trakea
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ±10 cm, terletak
sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan
kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga
bersilia. Sila-sila ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke
dalam sluran pernafasan.
Bronkus
Bronkus tersusun atas percabangan,
yaitu bronkus kanan dan kiri. Letak bronkus kanan dan kiri agak berbeda.
Bronkus kanan lebih vertikal daripada kiri. Karena strukturnya ini, sehingga
bronkus kanan akan mudah kemasukan benda asing. Itulah sebabnya paru-paru kanan
seseorang lebih muda terserang penyakit bronkhitis. Pada seseorang yang
menderita asma bagian otot-otot bronkus ini berkontraksi sehingga aka
menyempit. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya lebih banyak banda asing
yang menimbulkan reaksi allergi. Akibatnya penderita akan mengalami sesak
napas. Sedangkan pada penderita bronkhitis, bagian bronkus ini akan tersumbat
oleh lendir. Mean bronkus bercabang - bronkus seluler- bronkus tertier -
bronkus terminalis – bronchiolus - alveoli. Pada bronkus utama terdapat tulang
rawan / cartilago yang mempunyai struktur yang kaku untuk mencegah agar tidak
kolaps
Paru-paru
Organ yang berperan penting
dalam proses pernapasan adalah paru-paru. Paru-paru merupakan organ tubuh yang
terletak pada rongga dada, tepatnya di atas sekitar diafragma. Diafragma adalh
sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan perut. Paru-paru terdiri atas
dua bagian, paru-paru kanan dan kiri. Paru-paru kanan memiliki tiga lobus yang
berukuran lebih besar daripada paru-paru kiri yang hanya memiliki dua lobus.
Paru-paru dibungkus oleh lapisan selaput paru yang disebut pleura.
Pleura dibagi menjadi dua yaitu pleura visceral yaitu selaput paru yang
langsung membungkus paru-paru dan pleura parietal yaitu yang melapisi rongga
dada sebelah luar. Antara kedua lapisan ini terdapat rongga kavum yang disebut
kavum pleura yang berisi cairan →mensekresikan
cairan sebagai pelumas.
Semakin
ke dalam, di dalam paru-paru akan ditemui gelembung halus kecil yang disebut
alveolus. Jumlah alveolus pada paru-paru kurang lebih 300 juta buah. Adanya
alveolus ini menjadikan permukaan paru-paru lebih luas. Diperkirakan, luas luas
permukaan paru-paru sekitar 160 m2. Dengan kata lain, paru-paru memiliki luas
permukaan sekitar 100 kali lebih luas daripada permukaan tubuh.
Mekanisme
Pernafasan Manusia
adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau
dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem pernafasan dipengaruhi oleh
susunan saraf otonom. Menurut
tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis,
yaitu pernapasan luar (eksternal) dan pernapasan dalam (internal).
Pernapasan luar adalah pertukaran
udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler.
Pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler
dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh
perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh.
Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk.
Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan
keluar
Sehubungan dengan organ yang terlibat
dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka
mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan
pernapasan perut.
Pernafasan Dada
Apabila kita menghirup dan
menghempaskan udara menggunakan pernapasan dada, otot yang digunakan yaitu otot
antartulang rusuk. Otot ini terbagi dalam dua bentuk, yakni otot antartulang
rusuk luar dan otot antartulang rusuk dalam.
Saat terjadi inspirasi atau disebut
juga sebagai proses pernafasan aktif, otot antartulang rusuk luar berkontraksi,
sehingga tulang rusuk menjadi terangkat. Akibatnya, volume rongga dada
membesar. Membesarnya volume rongga dada menjadikan tekanan udara dalam rongga
dada menjadi kecil/berkurang, padahal tekanan udara bebas tetap. Dengan
demikian, udara bebas akan mengalir menuju paru-paru melewati saluran
pernapasan.
Sementara saat terjadi ekspirasi atau
disebut juga sebagai proses pernafasan pasif, otot antartulang rusuk dalam berkontraksi
(mengkerut/mengendur), sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula.
Akibatnya, rongga dada mengecil. Oleh karena rongga dada mengecil, tekanan
dalam rongga dada menjadi meningkat, sedangkan tekanan udara di luar tetap.
Dengan demikian, udara yang berada dalam rongga paru-paru menjadi terdorong
keluar.
Pernafasan Perut
Pada proses pernapasan ini, fase
inspirasi terjadi apabila otot diafragma (sekat rongga dada) mendatar dan
volume rongga dada membesar, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih
kecil daripada udara di luar, akibatnya udara masuk. Adapun fase ekspirasi
terjadi apabila otot-otot diafragma mengkerut (berkontraksi) dan volume rongga
dada mengecil, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih besar daripada
udara di luar. Akibatnya udara dari dalam terdorong ke luar.
- Back to Home »
- anatomi dan fisiologi sistem pernapasan , sistem pernapasan »
- sistem pernapasan
subhanallah ambo :D
BalasHapus