Newest Post
Archive for 2015
Sistem
Pernafasan

Untuk
kelangsungan hidupnya manusia butuh bernafas. Sistem parnafasan sangat penting
di mana terjadi pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2).
Salah satu organ yang sangat membutuhkan oksigen dan sangat peka terhadap
kekurangannya adalah otak. Tidak
adanya oksigen dalam 3 menit akan mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran.
Lima menit tidak mendapatkan oksigen sel otak akan rusak secara ireversible
(tidak bisa kembali atau diperbaiki).
Respirasi
melibatkan proses berikut:
a) Ventilasi
pulmonar (pernapasan) adalah jalan masuk dan keluar udara dari saluran
pernapasan dan paru-paru.
b) Respirasi
eksternal adalah difusi O2 dan
CO2 antara udara dalam
paru-paru dan kapilar pulmonar
c) Respirasi
internal adalah difusi O2 dan
CO2 antara sel darah
dan sel-sel jaringan.
d) Respirasi
selular adalah penggunaan O2 oleh
sel-sel tubuh untuk reproduksi energi, dan pelepasan produk oksidasi (CO2 dan air) oleh sel-sel tubuh
Saluran pernapasan terdiri
dari cabang-cabang saluran dari lingkungan sampai ke paru-paru.
Oksigen
dalam udara dibawa masuk ke dalam paru-paru dan berdifusi dalam darah.
Bersamaan dengan itu dikeluarkannya karbon dioksida yang juga bedifusi dari
darah dan kemudian di keluarkan bersama udara. Oksigen dibutuhkan oleh semua
sel dalam tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Sedangkan karbon dioksida
merupakan sisa hasil metabolisme yang tidak digunakan lagi dan harus
dikeluarkan dari dalam tubuh.
Perjalanan
oksigen dan karbon dioksida. Dari atmosfer (udara) oksigen masuk melalui
hidung,faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus sampai engan alveoli. Dari
alveoli oksigen berdivusi untuk ke dalam darah dan dibawa oleh eritrosit. Dalam
darah oksigen di bawa ke jantung kemudian dipompakanoleh jantung diedarkan ke
seluruh tubuh untuk digunakan sampai tingkat sel. Oksigen masuk ke dalam sel
dan di dalam mitokondria digunakan untuk proses-proses metabolisme yang penting
untuk kelangsungan hidup. Sedangkan karbon dioksida berjalan arah sebaliknya
dengan oksigen.
St
struktur
Sistem respirasi terdiri dari:
1. Saluran
pernafasan bagian atas
Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan, disarung
dan di lembabkan.
2. Saluran
nafas bagian bawah
Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian
atas ke alveoli
3. Alveoli
Terjadi pertukaran gas antara O2 dan CO2
4. Sirkulasi
paru
Pembuluh darah arteri menuju paru, seddangkan pembuluh darah
vena meninggalkan paru.
5. Paru.
Terdiri dari:
a) Saluran
nafas bagian bawah
b) Alveoli
c) Sirkulasi
paru
6. Rongga
pleura
Terbentuk dari dua selaput resosa yang meliputi dinding dalam
rongga dada disebut pleura peristalis, dan yang meliputi paru atau pleura
veseralis
7. Rongga
dada dan dinding dada
Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas
dalam poroses respirasi
Anatomi Fungsional Saluran Pernafasan
Hidung
Hidung ata naso atau nasal erupakan saluran udara yang pertama,
mempunyai dua lubang (kavum nasi), dipisahkan oleh sekat (septum nasi).
Didalamnya terdapatt bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu dan
kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung.
a) Bagian
luar dinding terdiri dari kulit
b) Lapisan
tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan
c) Lapisan
dalam terdiri dari selaput lendir yang dinamakan karang hidung (konkanasalis)
berisi kelenjar pembuat mucus dan banyak mengandung pembuluh darah, yang
berjumlah tiga buah :
· Konka nasalis inferior
· Konka nasalis medial
· Konka nasalis superior
Fungsi dari nasal sendiri adalh sebagi:
1) Jalan
masuknya udara
2) Penyaring
partikel kecil
3) Penghangat
dan pelembab udara yang masuk
4) Resepsi
odor
5) Membantu
proses bicara (resonansi bersama sinus paranalis)
Faring
faring merupakan percabangan dua saluran, yaitu saluran
pernafasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan pada bagian
belakang. Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti
tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari
otot ragka. Faring berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan.
Laring
laring udara pernafasan akan menuju
pangkal tenggorokan atau disebut juga laring. Laring tersusun atas kepingan
tulang rawan yang membentuk jakun (adam’s apple). Pangkal tenggorokan dapat di
tutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis). Saat menelan makanan, katub
tersebut akan membuka. Pada pangkal tenggorokan terdapat pita suara yang
bergetar bila ada udara yang melaluinya. Misalnya saja saat kita berbicara.
Trakea
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ±10 cm, terletak
sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan
kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga
bersilia. Sila-sila ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke
dalam sluran pernafasan.
Bronkus
Bronkus tersusun atas percabangan,
yaitu bronkus kanan dan kiri. Letak bronkus kanan dan kiri agak berbeda.
Bronkus kanan lebih vertikal daripada kiri. Karena strukturnya ini, sehingga
bronkus kanan akan mudah kemasukan benda asing. Itulah sebabnya paru-paru kanan
seseorang lebih muda terserang penyakit bronkhitis. Pada seseorang yang
menderita asma bagian otot-otot bronkus ini berkontraksi sehingga aka
menyempit. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya lebih banyak banda asing
yang menimbulkan reaksi allergi. Akibatnya penderita akan mengalami sesak
napas. Sedangkan pada penderita bronkhitis, bagian bronkus ini akan tersumbat
oleh lendir. Mean bronkus bercabang - bronkus seluler- bronkus tertier -
bronkus terminalis – bronchiolus - alveoli. Pada bronkus utama terdapat tulang
rawan / cartilago yang mempunyai struktur yang kaku untuk mencegah agar tidak
kolaps
Paru-paru
Organ yang berperan penting
dalam proses pernapasan adalah paru-paru. Paru-paru merupakan organ tubuh yang
terletak pada rongga dada, tepatnya di atas sekitar diafragma. Diafragma adalh
sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan perut. Paru-paru terdiri atas
dua bagian, paru-paru kanan dan kiri. Paru-paru kanan memiliki tiga lobus yang
berukuran lebih besar daripada paru-paru kiri yang hanya memiliki dua lobus.
Paru-paru dibungkus oleh lapisan selaput paru yang disebut pleura.
Pleura dibagi menjadi dua yaitu pleura visceral yaitu selaput paru yang
langsung membungkus paru-paru dan pleura parietal yaitu yang melapisi rongga
dada sebelah luar. Antara kedua lapisan ini terdapat rongga kavum yang disebut
kavum pleura yang berisi cairan →mensekresikan
cairan sebagai pelumas.
Semakin
ke dalam, di dalam paru-paru akan ditemui gelembung halus kecil yang disebut
alveolus. Jumlah alveolus pada paru-paru kurang lebih 300 juta buah. Adanya
alveolus ini menjadikan permukaan paru-paru lebih luas. Diperkirakan, luas luas
permukaan paru-paru sekitar 160 m2. Dengan kata lain, paru-paru memiliki luas
permukaan sekitar 100 kali lebih luas daripada permukaan tubuh.
Mekanisme
Pernafasan Manusia
adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau
dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem pernafasan dipengaruhi oleh
susunan saraf otonom. Menurut
tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis,
yaitu pernapasan luar (eksternal) dan pernapasan dalam (internal).
Pernapasan luar adalah pertukaran
udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler.
Pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler
dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh
perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh.
Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk.
Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan
keluar
Sehubungan dengan organ yang terlibat
dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka
mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan
pernapasan perut.
Pernafasan Dada
Apabila kita menghirup dan
menghempaskan udara menggunakan pernapasan dada, otot yang digunakan yaitu otot
antartulang rusuk. Otot ini terbagi dalam dua bentuk, yakni otot antartulang
rusuk luar dan otot antartulang rusuk dalam.
Saat terjadi inspirasi atau disebut
juga sebagai proses pernafasan aktif, otot antartulang rusuk luar berkontraksi,
sehingga tulang rusuk menjadi terangkat. Akibatnya, volume rongga dada
membesar. Membesarnya volume rongga dada menjadikan tekanan udara dalam rongga
dada menjadi kecil/berkurang, padahal tekanan udara bebas tetap. Dengan
demikian, udara bebas akan mengalir menuju paru-paru melewati saluran
pernapasan.
Sementara saat terjadi ekspirasi atau
disebut juga sebagai proses pernafasan pasif, otot antartulang rusuk dalam berkontraksi
(mengkerut/mengendur), sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula.
Akibatnya, rongga dada mengecil. Oleh karena rongga dada mengecil, tekanan
dalam rongga dada menjadi meningkat, sedangkan tekanan udara di luar tetap.
Dengan demikian, udara yang berada dalam rongga paru-paru menjadi terdorong
keluar.
Pernafasan Perut
Pada proses pernapasan ini, fase
inspirasi terjadi apabila otot diafragma (sekat rongga dada) mendatar dan
volume rongga dada membesar, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih
kecil daripada udara di luar, akibatnya udara masuk. Adapun fase ekspirasi
terjadi apabila otot-otot diafragma mengkerut (berkontraksi) dan volume rongga
dada mengecil, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih besar daripada
udara di luar. Akibatnya udara dari dalam terdorong ke luar.
Anatomi & Fisiologi sistem perkemihan (urinaria)
Ginjal (ren)
Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra thorakalis ke-12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal seperti baiji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatis dexter yang besar.
Fungsi Ginjal
Fungsi ginjal adalah:
a) mengeluarkan zat sisa organik. Ginjal mengekskresi urea, asam urat kreatinin, dan produk penguraian hemoglobin dan hormon
b) pengaturan konsentrasi ion-ion penting. Ginjal mengekskresi ion natrium, kalium, magnesium, sulfat dan fosfat. Ekskresi ion-ion ini seimbang dengan asupan dan ekskresinya melalui rute lain, seperti pada saluran gastrointestinal atau kulit.
c) Pengaturan keseimbangan asam basa tubuh. Ginjal mengen dalikan ekskresi ion hidrogen (H+), bikarbonat (HCO3), dan amonium (NH4+) serta memproduksi urine asam atau basa, bergantung pada kebutuhan tubuh,
d) Pengaturan reproduksi sel darah merah. Ginjal melepas eritropoitein, yang mengatur produksi sel darah merah dalam sum-sum tulang.
e) Pengaturan tekanan darah. Ginjal mengatur volume caoran yang esensial bagi pengaturan tekanan darah, dan juga memproduksi enzim renin. Renin adalah komponen penting dalam mekanisme renin-angiostensin-aldosteron, yang meningkatkan tekanan darah dan retensi air.
f) Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa darah dan asam amino darah. Ginjal, melalui ekskresi glukosa dan asam amino berlebih, bertanggung jawab atas konsentrassi nutrien dalam darah.
g) Pengeluaran zat beracun. Ginjal mengeluarkan polutan, zat tambahan makanan, obat-obatan, atau zat kimia asing lain dari tubuh.
Anatomi Kasar Ginjal
Ginjal adalah organ berbentuk seperti kacang berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12,5 cm dan tebalnya 2,5 cm (kurang lebih sebesar kepalan tangan). Setiap ginjal memiliki berat antara 125 sampai 175g pada laki-laki dan sampai 155g pada perempuan.
Ginjal terletak di area yang tinggi, yaitu pada dinding abdomenposterioryang berdekatan dengan dua pasang iga terakhir. Organ ini merupakan organ retroperitoneum rongga abdomen atasnya.
Ginjal kanan terletak agak di bawah dibandingkan ginjal kiri karena ada hati pada sisi kanan.
Jaringan ikat pembungkus. Setiao ginjal diselubungi oleh tiga lapisan jaringan ikat yaitu:
a) Fasia renal, adalah pembungkus terluar. Pembungkus ini melabuhkan ginjal pada struktur di sekitarnya dan mempertahankan posisi organ.
b) Lemak parirennal adalah jaringan adiposa yang terbungkus fasia ginjal. Jaringan ini membantali ginjal dan membantu organ tetap pada posisinya
c) Kapsul fibrosa (ginjal) adalah membran halus transparan yang langsung membungkus ginjal dan dapat dengan mudah dilepas.
Setiap ginjal terbungkus oles selaput tipis yang disebut dengan kapsula fibrosa, terdapat kortex renalis di bagian luar, yang berwarna coklat gelap, dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna coklat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian medulla berbentu kerucutyang disebut dengan pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papila renalis.
Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu asuknya pembuluh darah, pembulu limfe, ureter dan nervus. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi oleh ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis minores.
Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. Diperkirakan ada satu juta nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari : glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distra dan tubulus urinarius.
Proses Pembentukan Urin
Tahap pembentuka urin.
1. Proses filtrasi, di glomerulus
Terjadi penyerapan darah, yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. Cairan yang tersaring ditampung simpai bowmen yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, dll, diteruskan ke tubulus ginjal. Cairan yang disaring disebut filrate gromeluru
2. Proses Reabsobsi.
Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa, sodium, klorida, fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reasorbsi) di tubulus proximal, sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papila renalis.
3. Prosese Sekresi
Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papila renalis selanjutnya diteruskan ke luar.
Volume Urine
volume urine yang dihasilkan setiap harinya berfariasi dari 600ml sampai dengan 2.500ml lebih.
· Jika volume urine tinggi, zat buang diekskresikan dalam larutan encer, hipotonik (hipoosmotik) terhadap plasma. Berat jenis urine mendekati berat jenis air (sekitar 1,003).
· Jika tubuh perlu menahan air, maka urine yang dihasilkan kental sehingga volume urine yang sedikit tetap mengandung jumlah zat buangan yang sama yang harus dikeluarkan. Konsentrasi zat terlarut lebih besar, urine hipertonik (hiperosmetik) terhadap plasma, dan berat jenis urine lebih tinggi (di atas 1,030).
Produksi urine kental yang sedikit atau urine encer yang banyak diatur melalui mekanisme hormon dan mekanisme pengkonsentrasi urine ginjal.
Komposisi Air Kemih
Air kemih terdiri dari:
a) Air kemih kira-kita 95% air.
b) Zaat-zat sisa nitrogen, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fosfat dan sulfat.
c) Pagmen (bilirubin dan urobilin).
d) Toksin.
e) Hormon.
Pernafasan Ginjal
Ginjal mendapatkan pernafasan dari fleksus renalis (vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal.
Ureter
Terdiri dari dua saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria. Panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari :
a) Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
b) Lapisan tengah otot polos.
c) Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan pperistaltic yang mendorong urin masuk ke dalam kandung kemih.
Vesika Urinaria (kandung kemih)
Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi). Letaknya di belakang simfisispubis di belakang rongga panggul. Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.
Diding kandung kemih terdiri dari:
a) Lapisan sebelah luar (periotenum)
b) Tunika muskularis (lapisan berotot)
c) Tunika submukosa
d) Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam)
Uretra
Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi untuk menyalurkan air kemih ke luar.
Pada laki-laki panjangnya kira-kira 7,3-6,2 cm (taylor), 3-5 cm (lewis)
Dinding urethra terdiri dari tiga lapisan :
a) Lapisan otot polos
b) Lapisan submukosa
c) Lapisan mukosa
DAFTAR PUSTAKA
· Scanlon,Valerie C dan Sanders Tina.,2006.,BUKU AJAR ANATOMI & FISIOLOGI.,Jakarta :EGC
· Smeltzer,Suzanne C dan Bare Brenda G.,2001.,BUKU AJAR KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH.,Jakarta : EGC.
· Evelyn C. Pearce . 1979. ANATOMI & FISIOLOGI UNTUK PARA MEDIS. Penerbit PT. Gramedia Jakarta
- rumus naegle
- gerakan pertama fetus
- palpasi abdomen
- perkiraan tinggi fundus uteri
- ultrasonograf Rumus Naegle
- Rumus Bartholomew
- Rumus Mc Donald
- palpalasi leopold Rumus Bartholomew
Antara sinipsis pubis dan pusat dibagi menjadi 4 bagian yang sama, maka tiap bagian menunjukkan penambahan 1 bulan. Fundus uteri teraba tepat di sinipsis umur kehamilan 2 bulan (8 minggu). Antara pusat sampai prosesus xifoideus dibagi menjadai 4 bagian dan tiap bagian menunjukkan kenaikan 1 bulan. Tinggi fundus uteri pada umur kehamilan 40 minggu (bulan ke-10) kurang lebih sama dengan umur kehamilan 32 minggu (bulan ke-8).
Rumus Mc Do
Fundus uteri diukur dengan pita. Tinggi fundus dikalikan 2 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam bulan obstetrik dan bila dikalikan 8 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam minggu.
Palpasi Leopold
palpalasi leopold merupakan teknik pemeriksaan pada perut ibu bayi untuk menentukan posisi dan letak janin dengan melakukan palpalasi abdomen. Palpalasi leopoldterdiri dari 4 langkah yaitu:
- Leopold I : Leopold I bertujuan untuk mengetahui letak fundus uteri dan bagian lain yang terdapat pada bagian fundus uteri
- Leopold II : Leopold II bertujuan untuk menentukan punggung dan bagian kecil janin di sepanjang sisi maternal
- LEOPOLD III bertujuan untuk membedakan bagian persentasi dari janin dan sudah masuk dalam pintu panggul
- Leopold IV : Leopold IV bertujuan untuk meyakinkan hasil yang ditemukan pada pemerikasaan leopold III dan untuk mengetahui sejauh mana bagian presentasi sudah masuk pintu atas panggul Memberikan informasi tentang bagian presentasi: bokong atau kapala, sikap/attitude (fleksi atau ekstensi), dan station (penurunan bagian presentasi)
gambar palpalasi abdomen
Taksiran berat janinTaksiran ini hanya berlaku untuk janin dengan presentasi kapala. Rumusnya adalah sebagai berikut:tinggi fundus uteri (dalam cm-n) x 155 = berat (gram) Bila kapala belum masuk panggul maka n-12, jika kepada sudah masuk panggul maka n-11.Cara menentukan kahamilan dengan perkiraan tinggi fundus uteri
- Mempergunakan tinggi fundus uteri
- Menggunakan alat ukur caliper
- Menggunakan pita ukur
- Menggunakan pita ukur dengan metode berbeda Mempergunakan tinggi fundus uteri
Umur Kehamilan
| |
12 minggu
|
1/3 di atas simpisis
|
16 minggu
|
½ simpisis-pusat
|
20 minggu
|
2/3 di atas simpisis
|
24 minggu
|
Setinggi pusat
|
28 minggu
|
1/3 di atas pusat
|
34 minggu
|
½ pusat-prosessus xifoideus
|
36 minggu
|
Setinggi prosessus xifoideus
|
40 minggu
|
2 jari di bawah prosessus xifoideus
|
Menggunakan alat ukur caliper
Caliper digunakan dengan meletakkan satu ujung pada tepi atas simfisis pubis dan ujung yang lain pada puncak fundus. Kedua ujung diletakkan pada garis tengah abdominal. Ukuran kemudian dibaca pada skala cm (centimeter) yang terletak ketika 2 ujung caliper bertemu. Ukuran diperkirakan sama dengan minggu kahamilan setelah sekitar 22-24 minggu.
Menggunakan pita ukur
Pita ukur merupakan metode akurat kedua dalam pengukuran TFU setelah 22-24 minggu kehamilan. Titik nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis dan pita pengukur ditarik melewati garis tengah abdomen sampai puncak. Hasil dibaca dalam skala cm, ukuran yang terukur sebaiknya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kemilan setelah 22-24 minggu kehamilanMenggunakan pita ukur dengan metode berbedaGaris nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis di garis abdominal, tangan yang lain diletakkan di dasar funduk, pita pengukur diletakkan diantara jari telunjuk dan jari tengah, pengukuran dilakukan sampai titik dimana jari menjepit pita pengukur. Sehingga pita pengukur mengikuti bentuk abdomen hanya sejauh puncaknya dan kemudian secara relatif lurus ke titik yang ditahan oleh jari-jari pemeriksa, pita tidak melewati slope anterior dari fundus. Caranya tidak diukur karena tidak melewati slope anterior tapi dihitung secara matematika sebagai berikut:
- Sebelum fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 4 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kemilan.
- Sesudah fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 6 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kemilan.
mengukur menggunakan TFU dengan metlinTujuan ultrasonografi adalah:
- Konfirmasi kehamilan
- Mengetahui usia kehamilan
- Mengukur diameter kantong kehamilan (GS=gestational sac) pada kehamilan 6-12 minggu
- Mengukur jarak kepala bokong (GRI=grown rump length) pada kehamilan 7-14 minggu
- Mengukur diameter biparietal (BPD) pada kehamilan lebih 12 minggu
